SINTOK LUBOK (Sistem INformasi Temawang Orang Kampong – Lembar Untuk Bahaso Kampong)

BILO REGO KULAT NAET ???

Masyarakat Ketungau Hulu rato-rato bepengidop betani, bekebon, piyok ugok dengan orang kampong Senaning, ado yang bekebon Sang (Lada), ado yang bekebon Engkayuk (Sayur), ado ugok yang Nureh (nyadap karet).  Walau piyok ado ugok yang jadi Pegawai, bedagang…tapi jom banyak, tau di itong am.

Pituk rego Sang udah kaso, yang tengah leteh amat pituk rego kulat, teraher ningo-ningo rego kulat udah Rp.5,500; padahal deluk teh sampai Rp.20,000; rego sekilo. Pantau am pituk mauk 2 kg kulat baruk buleh setengah kilo beras, apai jom leteh nyok…. 🙁

Mako pituk ngaso rego Sang mahal, orang dikampong Senaning ado yang nebang pon Karet atau nyiang kebon karet dipulah ke kebon Sang, nyok am kareno leteh amat rego karet teh.
Nak nanam Sang pun jom ugok am talah, tik banyak modal nyaman am ke meli abok (pupuk) kareno abok rego e mahal, ditamah agik pedeh ngigok tuat (tiang/tunjar Lada). Tik nak ngigok tuat dah jomsik yang dampin agik, mau ndk mauk harus meli am walaupun mahal.
Ke abis-abis e kareno jomsik kerjo balo orang kampong pituk banyak bekuli, bekuli mabau (membersih rumput), nebas, nyangkol, pokok e bekuli macam2 am, ado am song buleh seari 50 ribu sampai 80 ribu ke benafas kato sidok kareno pedeh amat pengidop tuk. Bekuli pun jom gok dapat tiap ari kadang ado yang nyuroh, kadang lamok jomsik. Nah empadai nyok am kamik orang kampong Senaning khususnya dan Masyarakat Ketungau Hulu pada umumnya mintok tolongggg ammm….

Bilo bah rego kulat naet (kapan harga karet naik….)….??? (Uje en Dee)

translate :

KAPAN HARGA KARET NAIK ???

Masyarakat Ketungau Hulu rata-rata bekerja tani, berkebun, begitu juga dengan warga Desa Senaning, ada yang berkebun sahang (lada), ada yang berkebun Sayur, ada juga yang menyadap karet. Namun walau begitu ada juga yang bekerja sebagai Pegawai, Pedagang, namun tidak banyak jumlahnya.

Sekarang harga Sahang (lada) semakin baik, yang sedang terpuruk sekarang harga karet, terakhir informasi harga karet Rp.5,500: padahal dahulu pernah sampai Rp.20,000: per kilo. Bisa dilihat sekarang dengan harga 2 kg karet cuma bisa membeli 0,5 kg beras, hal itu yang membuat sakit masyarakat… 🙁

Maka sekarang dengan naiknya harga Sahang (lada), orang-orang didesa Senaning ada yang menebang kebun Karetnya hanya untuk dibuat Kebun Sahang (lada), karena saking parahnya harga karet tadi.
Kalau mau berkebun sahang juga tidak mudah, jika memiliki modal besar akan semakin mudah untuk membeli Pupuk karena pupuk mahal harganya, ditambah lagi dengan mahalnya harga tiang pancang untuk Sahang merambat. Kondisi sekarang untuk mencari tiang pancang sudah tidak mudah juga karena semakin jauh kedalam hutan, mau tidak mau harus membeli walaupun dengan harga mahal.
Karena kondisi yang memang sudah suntuk dan tidak mudah untuk mencari uang, banyak warga desa Senaning yang bekerja dengan orang lain (berkuli), ada yang bekerja membersihkan rumput, memotong semak untuk lahan kebun, mencangkul kebun, intinya bekerja dengan orang lain untuk mendapatkan uang, sehari denganpendapatan upah berkuli bisa Rp.50,000; sampai dengan Rp.80,000: cukuplah buat hidup sehari kata mereka karena sulitnya penghidupan sekarang. Berkuli pun tidak bisa setiap hari tergantung yang memerlukan, kadang lama juga yang menganggur. Nah karena itulah warga desa Senaning khususnya dan Masyarakat Ketungau Hulu pada umumnya memohon kepada yang berwenang dinegeri ini……

Kapan harga karet bisa naik??????????//  

Jadi yang Pertama Berkomentar

Tinggalkan Balasan