KEKECEWAAN BUKAN DILINGKUNGAN MASYARAKAT SAJA PAK….AYO SIAPA YANG BERWENANG???

img00087-20151213-1133

Senaning – Kemarin-kemarin masyarakat diperbatasan diperangi seperti kisah AVATAR OF THE ANG-melawan negara api, perihalnya karena pembakaran lahan untuk berladang dilarang (padahal kondisi dilapangan untuk orang kampung dalam hal bakar lahan tidak seekstrim dipemberitaan kok). Setelah itu solusinya belum juga datang, eh ada yang meng-cut, trus bagaimana mengganti cara tradisional ke cara yang katanya lebih baik?(sebagian berfikiran begitu)… Wajar dong masyarakat mengeluh, kapasitas masyarakat pedalaman tidaklah bisa semuanya disamakan dengan kapasitas pemahaman masyarakat di kota, sebagai contoh ada program instan, masyarakat disuruh menyerap secara spontan (ini kurang bijak, karena perlu waktu, pengenalan, penyerapan dan praktek nyata). Perjuangan kawan-kawan diperbatasan Khususnya di Ketungau Hulu dalam rangka mencari solusi mungkin sudah berkeringat darah lelahnya, meminta solusi dan memahami pola pengembangan pertanian yang lebih baik, salah satunya adanya kekecewaan dari tokoh masyarakat :

“HARI INI AKU KECEWA! Hari ini benar2 membuat aku kecewa sekaligus marah. Pasalnya aku diundang acara sosialisasi kegiatan perluasan sawah Kab Sintang th 2016. Dari rencana pencetakan sawah baru seluas 1.700 Ha di 13 kecamatan selain kec Sintang se kab Sintang ternyata di Kec Ketungau Hulu yang dinyatakan sebagai LOKPRI I Kab Sintang, justru “SEJENGKAL” pun tidak mendapat jatah pembukaan sawah dimaksud. Proyek yg berasal dari Kementerian Pertanian dng kerjasama dng TNI ini sungguh menyesakkan dada. Gimana tidak? Program membangun dari pinggiran oleh Presiden Jokowi justru daerah perbatasan kami tidak kebagian. Bagaimana pak Bupati Jarot, nuan juga punya program membangun dari pinggiran tetapi mengapa kami di Ketungau hulu justru diabaikan? Padahal dari beberapa Kepala SKPD yg hadir dan para Danramil serta Camat semuanya mendukung untuk Kec Ketungau Hulu juga dibangun, tapi pihak Dinas Pertanian seperti biasanya cuma bisa menjadi PHP! Tolong pak Bupati Jarot kami dibantu! Atau memang mungkin Dinas pertanian kab Sintang sudah mengganggap kami sudah menjadi bagian dari Malaysia sehingga kami tidak perlu dibangun lagi? Jangan jadikan Ketungau Hulu yg udahlah di pinggir negara menjadi semakin terpinggirkan! Pak Bupati bantu kami di Ketungau Hulu untuk bisa mendapat keadilan dari Dinas Pertanian, kan Pak Arbudin juga masih anak buah nuan! Selamat siang! Maaf, aku lagi marah!” (Kartiyus Agis)

Jadi yang Pertama Berkomentar

Tinggalkan Balasan