Acara Mandi-Mandi Pengantin

Senaning – Dalam prosesi pernikahan di masyarakat Desa Senaning, ada sebuah tradisi yang dilakukan setelah Acara Pernikahan (setelah ijab qobul dan resepsi), namanya “mandi-mandi”. Acara ini sebenarnya tidak hanya ada di Senaning, di Kabupaten Sintang didaerah Menyumbung juga ada Ritual mandi-mandi ini, didaerah Lingga Sarawak juga ada karena sebagian besar tradisi ini dipengaruhi dari daerah asal orang tua warga Desa Senaning. Ritual mandi-mandi ini adalah prosesi memandikan Kedua Pengantin dengan air yang sudah dibacakan do’a selamat dan tolak bala.

dscf5587
Prosesi siraman/mandi-mandi

Dalam prosesnya Kedua Pengantin ditempatkan(duduk) dihalaman depan rumah, kemudian ditempatkan juga bunga taman (anyaman berupa bunga dan pernak pernik yang dibuat dari daun muda Nyiur Kuning).

img_20160124_133223_hdr
Bunga Taman (biasa juga dihadapkan ditengah acara baca A-Abrzanji)

Setelah itu orang tua kedua mempelai dan kerabat dekat meminumkan kepada kedua pengantin air do’a khusus, menyapu tepung tawar kekaki tangan dan memandikan kedua mempelai sebanyak 7 kali dengan disiram air yang dialaskan diatasnya sebuah tapeh/kain sarung. Seperti pada photo diatas.

dsc_0029
memberikan minum air do’a oleh orang tua
dsc_0024
tepung tawar

Hal ini mempunyai makna agar kedua pengantin dijauhkan dari segala marabahaya dan selalu menjadi keluarga yang langgeng selamanya. Setelah acara mandi-mandi ini kedua mempelai melanjutkan dengan Acara Betaet (Betaet adalah kedua pengantin mengunjungi rumah suami pengantin perempuan dan rumah keluarga keduanya yang dituakan) karena biasanya pernikahan di Desa Senaning selalu dilaksanakan dirumah mempelai wanita.

dscn4747
Acara Betaet

Pada acara Betaet ini pengantin juga duduk bersanding dan dilaksanakan pembacaan do’a selamat kemudian dilanjut acara salaman (sungkeman lagi). Namun ada hal unik pada acara mandi-mandi dan betaet ini yang menjadi tradisi pada setiap pernikahan namanya Beciai (bersiram air) antar kerabat kedua mempelai. Beciai ini menjadi semakin seru, lucu karena biasanya sampai nenek-nenek juga ikut menyiramkan air yang sudah disiapkan diam-diam, ada yang tertawa dan ada juga yang marah namun setelah itu saling memaafkan, beciai ini biasanya selalu berbalas-balas saat pengantin naik ketiap rumah keluarganya. Tidak heran pemandangan basah kuyub yang terlihat antar keluarga yang mengikuti acara betaet ini menambah seru tradisi ini. Inilah salah satu tradisi dan kebiasaan pada acara Pernikahan di Desa Senaning, memiliki makna agar kedua keluarga saling akrab, saling bisa berbaur, bercengkrama dan bersenda gurau dan saling mendo’a kan keselamatan Pengantin dan keluarga.

cuplikan ramainya beciai pada salah satu acara pernikahan di Senaning :

Jadi yang Pertama Berkomentar

Tinggalkan Balasan