Mencoba Berkawan dengan Jalan Lumpur, Laterik dan Tanah

Senaning – Pembangunan infrastruktur khususnya pembangunan jalan merupakan elemen penting bagi daerah perbatasan. Hal ini terkait akses jalan dari desa perbatasan ke pusat kota atau kecamatan, kabupaten terdekat. Peran akses jalan sendiri sangat penting bagi keberlangsungan ekonomi masyarakat suatu desa. Distribusi barang-barang didesa adalah hasil distribusi dari pusat kota, begitu juga sebaliknya jika barang-barang didesa ingin menjual dapat langsung ke pusat kota.  Harga barang tersebut akan bertambah secara signifikan apabila akses jalan yang terbilang sulit dan tergantung cuaca karena akan menghitung biaya pengiriman.

Problematika akses jalan juga dialami oleh Desa Senaning, Kecamatan Ketungau Hulu, Kabupaten Sintang. Desa Senaning juga temasuk sebagai desa pedalaman dan 3T (Terpinggir, Terdepan, dan Terluar) yang terletak dipinggir sungai dengan cukup banyaknya dataran rendah yang rentan dengan banjir baik yang disebabkan oleh curah hujan maupun pasangnya air sungai. Akses jalan menuju Desa Senaning jika melalui Kabupaten Sintang disebut jalan poros yang jarak tempuh sekitar 160an km dengan kondisi jalan laterik, tanah, dan lumpur jika pada musim penghujan. Jarak normal naik mobil 4WD menghabiskan waktu ± 7 jam. Jika bukan mobil 4 WD akan sangat berbahaya akan terjebak di jalan berlumpur dan sangat mungkin bermalam jika kondisi jalan sedang hujan. Alternatif kedua adalah melalui Kabupaten Sanggau yaitu jalan Trans Kalimantan yang melewati Desa Balai Karangan yang jarak tempuhnya 80 KM dengan kondisi cukup baik yakni aspal, laterik, dan tanah. Jarak sampai ke Balai Karangan ± 2-3 jam.

img_20161213_104437

img_20161012_091448_hdr

img_20161012_091613_hdr

img_20161213_124730
                             Jalan Poros (Jalan Senaning ke Kabupaten Sintang)

Selain dari sisi ekonomi, dampak dari akses jalan juga berimplikasi pada tingkat kematian warga atau ibu dan anak. Hal ini apabila ada warga yang memerlukan operasi atau ibu hamil dan harus melakukan operasi Caesar, maka ia akan dirujuk ke kabupaten dikarenakan peralatan yang tidak tersedia dengan lengkap di Desa. Jadi secara garis besar akses ke Desa Senaning tergantung pada kondisi cuaca saat itu. Menurut tim peneliti UI yang sudah terjun langsung ke Desa Senaning, perjalanan dari Sintang ke Senaning 7-10 jam dengan syarat tidak hujan dan tidak terjebak oleh truk yang mogok terkena lumpur. Jadi bisa dikatakan jika masyarakat Desa Senaning mencoba berkawan dengan akses jalan ke kabupaten yang berlumpur, laterik dan tanah. Apabila cuaca sedang tidak bersahabat, maka akan bisa berhari-hari dijalan karena terjebak kendaraannya.

20151206_113339
 Kondisi Jalan dari senaning – balaikarangan kabupaten sanggau                (melewatinya tergantung kondisi cuaca)
img_20161206_142113_hdr
                    Ada yang berlaterix (termasuk dalam jalan Trans Kalimantan)
img_20161206_122723_hdr
                                             ada yang beraspal tapi sudah rusak
20151206_053532
                                       Ada yang masih bagus dan baru diaspal

Menurut hemat penulis, akses jalan akan banyak berimplikasi ke banyak aspek, seperti kesejahteraan ekonomi, kesehatan, distribusi barang, pemasaran, banyaknya kendaraan umum, pendidikan. Oleh karena itu desa perbatasan memerlukan perhatian serius, dalam hal ini Desa Senaning. Sesuai dengan konsep nawacita Bapak Presiden yaitu membangun dari pinggiran guna mengurangi kesenjangan ekonomi antar daerah, maka akses jalan dari Desa Senaning atau daerah perbatasan lainnya harus menjadi perhatian bagi pemerintah. (Konributor : Danny Satya B.)

Clip melewati Jalan Senaning – Sintang :

Jadi yang Pertama Berkomentar

Tinggalkan Balasan