Pekasam Kulit Tebedak

Senaning – Tebedak bukanlah buah asing bagi sebagian penduduk indonesia, namun dibeberapa tempat ada juga yang tidak mengenal buah ini. Bentuk buah, rasa serta keharumannya mirip buah nangka hanya saja daging buah dan teksturnya yang berbeda. Cempedak lebih lembut, wangi dan lebih menyengat dari buah nangka. Lain rong lain ugok am penyebot (lain tempat lain juga penyebutannya), jika di Senaning disebut buah Tebedak atau dikenal dengan buah Cempedak, mungkin terpengaruh bahasa moyang orang senaning yang berasal dari banjar juga karena disana disebut buah Tiwadak.

Buah Cempedak selain bisa dimakan langsung, bisa juga dibuat manisan dengan menjemur isi buah yang telah matang, biji mudanya juga sering di jadikan lauk dengan direbus terlebih dahulu kemudian dimasak dengan resep tertentu atau akar pohonnya juga bisa dijadikan jamu untuk perempuan yang telah melahirkan. Nah disini penulis ingin berbagi resep yang namanya Pekasam Kulit Cempedak/Mandai, di Senaning mungkin tidak banyak juga yang tau, hanya beberapa keluarga yang masih mengingat resep atau menu warisan leluhur. Pembuatan Pekasam Kulit Cempedak/Mandai ini tidak terlalu sulit, pertama-tama siapkan buah cempedak yang telah matang/masak, kulit luarnya dikupas dan kulit bagian dalam yang seperti gabus ini yang kita olah menjadi Pekasam/Mandai.

                                                          Kulit direndam dengan air garam

Kulit dalam itu kemudian dipotong-potong dengan ukuran sesuai selera. Selanjutnya potongan-potongan kulit tadi direndam dengan air garam, lama perendaman minimal 3 hari atau bisa juga sampai satu bulan tergantung kapan kita akan memasaknya. Setelah melalui proses perendaman kulit tersebut akan menjadi lunak, baru saat akan mengolahnya kulit tersebut kita cuci sampai bersih kemudian ditiris lalu digoreng, setelah digoreng kulit ini bisa dimakan langsung dengan nasi atau kita olah dengan ditumis atau disambal dengan campuran ampela/hati ayam atau sayur lainnya. Rasa mandai ini jika sudah digoreng layaknya rasa daging juga dan ada rasa mint nya menurut penulis Mandai ini kuliner dengan rasa khas. Alam kito Indonesia tuk kayo rayo banyak penguno, hanyo kito banyak peno tau (Alam kita Indonesia ini kaya raya dan banyak manfaatnya, kita tidak tau karena belum mengekplorasi dan mengenal). Selamat mencoba resep (Kontributor : Dee)

Jadi yang Pertama Berkomentar

Tinggalkan Balasan