Video Conference Peresmian Satelite Telkom 3S di Desa Senaning

Senaning – Bertempat di Gedung Serbaguna Desa Senaning (senin/17/04/2017) diadakan acara Video Conference Peresmian Pengoperasian Satelit Telkom 3S. Menteri BUMN Rini Soemarno meresmikan mulai beroperasinya Satelit Telkom 3S milik PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk di Stasiun Pengendali Utama (SPU) Satelit Telkom Cibinong, Jawa Barat. Didampingi Dirut Telkom Alex J Sinaga dan sejumlah direksi BUMN, Ibu Rini Soemarno langsung meninjau ruang pengendalian dan pengoperasian satelit serta menyaksikan video sejarah dan prosesi peluncuran satelit Telkom mulai tahun 1976 sampai dengan Februari 2017. Pada kesempatan itu, Ibu Rini juga melakukan video conference dengan masyarakat di tiga desa, yaitu Desa Lereh, Kecamatan Dosai (Jayapura), Desa Senaning, Kabupaten Sintang (Kalimantan Barat), dan Pulau Natuna (Riau Kepulauan).

                           Bapak Sukardi Silalahi beserta muspika dan tokoh masyarakat Desa Senaning

Di Desa Senaning, acara ini dihadiri oleh GM Telkomsel Bapak Sukardi Silalahi dan EVP Regional 6 Telkom Kalimantan Bapak Edwin Eristiawan dan sejumlah Pejabat Telkom maupun Telkomsel. Pada Pembukaan acara Bapak Sukardi Silalahi sekaligus meresmikan layanan jaringan 3G, beliau berpesan agar para Muspika dan masyarakat di desa Senaning untuk menjaga peralatan yang sudah ada dan beliau juga berkata “lebih bagus menggunakan layanan negeri sendiri, mudah-mudahan hal ini bisa memberikan manfaat dan pertumbuhan ekonomi lebih bagus”. Pada sambutannya Bapak Edwin Eristiawan juga menyampaikan “mudah-mudahan senaning akan lebih maju dan jaringan yang sudah ada akan dikembangkan lebih luas, akses informasi semakin bagus, tingkat intelektual semakin maju kemudian senaning menjadi sebuah kota, beliau juga berterima kasih atas apreasiasi dan dukungan masyarakat. Tak ketinggalan Bapak Oktavius selaku perwakilan dari Pihak Kecamatan Ketungau Hulu menyampaikan sambutan dengan memaparkan kondisi desa dan wilayah yang jauh dari Informasi akan menjadi sangat terbantu oleh adanya layanan jaringan 3G ini.

Pada acara video conference dari Desa Senaning diwakili Bapak Suhandi (puskesmas senaning) dan Bapak Johnli Alfath (Guru SMA 1 Senaning) untuk  berbicara langsung dengan ibu Menteri.

Pada acara tersebut Ibu Menteri berkata “Dengan beroperasinya Telkom 3S, diharapkan Telkom semakin berperan aktif menopang kemajuan industri nasional, mendukung konektivitas bangsa Indonesia, dan mempermudah komunikasi di seluruh pelosok negeri”.

Telkom sebagai BUMN yang bergerak dalam industri teknologi informasi dan komunikasi (ICT), tambah Rini, harus mampu meningkatkan daya saing sehingga mampu mengatasi kesenjangan digital demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat, tidak hanya di kota besar tetapi hingga ke pelosok negeri. Selain untuk mengurangi ketergantungan kepada satelit asing, Satelit Telkom 3S dimaksudkan untuk mengurangi kesenjangan akses informasi di seluruh pelosok negeri, khususnya di daerah 3T (Terdepan, Terluar, dan Terpencil).

Untuk diketahui perusahaan telekomunikasi Telkom Indonesia telah meluncurkan satelit terbarunya pada 15 Februari 2017. Satelit ini digunakan  untuk meningkatkan kualitas jaringan komunikasi di Indonesia dan sekitarnya.

Satelit Telkom 3S dirakit oleh perusahaan Thales Alenia Space Prancis. Perusahaan yang telah berkiprah selama lebih dari 40 tahun di bidang manufaktur teknologi luar angkasa ini ditunjuk oleh Telkom pada 2014 untuk mendesain, menguji, dan meluncurkan satelit tersebut.

Telkom 3S merupakan satelit komunikasi geostasioner yang akan ditempatkan pada posisi di atas equator dan bergerak mengelilingi Bumi dengan lintasan berbentuk lingkaran yang memiliki sumbu rotasi sama dengan Bumi. Satelit akan berada di posisi 118 bujur timur atau tepatnya di atas pulau Kalimantan, pada ketinggian sekitar 35.000 dari Bumi. Satelit ini dilengkapi dengan total 42 transponder, yang terdiri dari 24 transponder C-Band untuk wilayah Asia Tenggara, 8 sambungan transponder C-Band untuk wilayah Indonesia, Kalimantan Utara, dan Papua Nugini, serta 10 transponder Ku-Band untuk wilayah Indonesia.

Teknologi pita frekuensi C-Band cocok dimanfaatkan di Indonesia untuk menghadapi cuaca buruk. C-Band bisa digunakan untuk aplikasi yang membutuhkan kecepatan data tinggi, seperti mesin ATM. Sementara pita frekuensi Ku-Band, yang lebih rentan terhadap gangguan cuaca, dipakai untuk kebutuhan siaran televisi, telepon, dan komunikasi bisnis.

 

 

Jadi yang Pertama Berkomentar

Tinggalkan Balasan