Ketika Internet Menjadi Kebutuhan Kedua

pengguna internet desa broadband senaning jika jaringan lain macet

senaning(oktober 2017) Kebutuhan akan komunikasi daring saat ini sudah semakin beragam dan mendesak dengan semakin banyaknya kepentingan yang dilakukan manusia didalam kehidupan sehari-hari, diantaranya proses dalam pekerjaan dan arus informasi yang cepat serta kebutuhan untuk layanan maupun hiburan. Telekomunikasi dalam hal ini jaringan telepon selular dan internet seperti sebuah kebutuhan kedua dalam kehidupan masyarakat. Fenomena ini mungkin lebih dulu adanya di kota-kota besar, namun sekarang merambah ke desa-desa termasuklah desa Senaning dan sekitarnya. Sekitar pertengahan tahun 2006 desa senaning pertama kali mendapat layanan akses telepon, kemudian saat akhir tahun 2015 mendapat layanan jaringan internet cepat (broadband) dari Pemerintah Pusat dalam hal ini Kementerian Komunikasi dan Informatika RI, kemudian pada awal tahun 2017 mendapat akses 3G dari satelit telkom 3S. Saat layanan yang ada tersebut terhenti seperti beberapa waktu lalu gangguan pada jaringan Telkomsel, dikarenakan banyak faktor A, B dan C, masyarakat didesa juga menjadi terhenti aktivitasnya. Tidak jarang mereka harus keluar kecamatan lain yang memiliki akses ataupun langsung menuju kabupaten untuk sekedar mencari sinyal dengan jarak yang tidak dekat tentunya dan harus menempuh jalan yang sulit dan rusak karena urusan telekomunikasi memang sangat diperlukan.

 

Untuk Kecamatan Ketungau Hulu yang cukup luas hanya ada 2 tower jaringan telekomunikasi dan beberapa tower mini, jika diperhatikan 2 tower tersebut tidaklah cukup untuk mencover kebutuhan telekomunikasi masyarakat yang ada. Untuk menjadi salah satu garda depan perbatasan di ujung Ketungau Kabupaten Sintang dan Indonesia yang berbatasan dengan Sarawak Malaysia, selain infrastruktur yang belum memadai, akses telekomunikasi yang ada di wilayah ini tidaklah bisa dibilang sudah baik namun masyarakat juga sudah sangat bersyukur karena telah mendapatkan beberapa layanan dari pihak penyedia layanan telekomunikasi, daripada tidak ada sama sekali atau tidak diperhatikan “daripado jomsik samo sekalik, jadi am…”. (dee)

 

 

Jadi yang Pertama Berkomentar

Tinggalkan Balasan