PELATIHAN SIMRAL

Senaning – Pemerintah Kabupaten Sintang bekerjasama dengan Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) telah melakukan migrasi aplikasi keuangan daerah yang selama ini berbasis proprietary closed source, ke aplikasi yang berbasis web dan free/open source software (FOSS). Bertempat di Aula Kantor Desa Senaning (Rabu,13/02/2019) dilaksanakan Pelatihan “Sistem Informasi Perencanaan, Penganggaran dan Pelaporan” oleh tim dari BAPPEDA Kabupaten Sintang. Kegiatan ini diikuti oleh Operator Desa, Kaur Ekbang dan utusan dari tiap Pemerintahan desa yang ada di Ketungau Hulu. Acara ini dibuka oleh Camat Ketungau Hulu.

                                                      Kades, Kaur dan Kaur Desa mengikuti pelathan

Sekilas mengenal Sistem Informasi yang dimaksud disini adalah aplikasi SIMRAL, kepanjangan dari Sistem Informasi Manajemen Perencanaan, Penganggaran dan Pelaporan adalah sebuah sistem yang dibangun dalam rangka mengintegrasikan penerapan perencanaan pembangunan mulai dari perencanaan di tingkat bawah atau bottom up sampai dengan perencanaan tingkat atas atau top down.

Salah satu bentuk penerapan perencanaan pembangunan di masyarakat adalah pelaksanaan Musrenbang, dimana pelaksanaannya di mulai dari tingkat Kelurahan, Kecamatan sampai dengan tingkat Kota. Di dalam musrenbang inilah, usulan masyarakat mulai dari lingkup RT, RW, Kelurahan sampai dengan Kecamatan dapat ditampung dan dibahas skala prioritas sebagai bahan perencanaan pembangunan di tingkat Kota, Propinsi sampai dengan Pusat sesuai amanah UU 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional. Sehingga SIMRAL ini mempermudah usulan Musrenbang Desa.

Sistem Informasi Manajemen Perencanaan Penganggaran dan Pelaporan (SIMRAL) merupakan wujud inovasi Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) untuk membangun tertib administrasi dan terjaganya konsistensi data pembangunan daerah, dengan demikian pengelolaan program dan kegiatan pembangunan serta pengelolaan keuangan didaerah bisa dipertanggungjawabkan.

Pada pelatihan ini diharapkan aparat desa memiliki kapasitas dan kemampuan dalam memanfaatkan SIMRAL. Aplikasi Simral juga dapat dikombinasikan dengan Aplikasi Siskeudes guna memperkuat tata kelola keuangan desa dengan jumlah desa Indonesia saat ini 74.910 desa.

Desa-desa seluruh Indonesia dapat memanfaatkan teknologi ini dalam rangka pengelolaan dana desa secara transparan.(jst-dee)

 

 

 

Facebook Comments

Jadi yang Pertama Berkomentar

Tinggalkan Balasan